LAKI Lapor 12 Dugaan Korupsi Singkawang

Sharing is caring!

Singkawang – Laskar Anti Korupsi (LAKI) Singkawang telah melaksanakan serangkaian agenda penting memerangi bahaya laten korupsi yang terjadi di Singkawang. Sejumlah dugaan korupsi telah dilaporkan yang sebelumnya didahului dengan audiensi ke Polda dan Kejati Kalbar.

“Agenda penting tersebut telah koordinasikan sebagai bentuk penyampaian aspirasi dari LAKI,  kepada Kapolda dan Kejati Kalbar,” kata Mu’in, Ketua DPC LAKI Singkawang kepada Pontianak Times, Jumat (17/04/2015).

Sebelumnya, ungkap Mu’in, juga telah  berkoordinasi dengan Kejari serta Polres Singkawang. Hal ini dimaksudkan sinergitas dua lembaga negara tersebut sangat diharapkan dalam menindak kasus Tipikor di Singkawang yang semakin tumbuh subur. Sedangkan kasus  lama, masih jalan di tempat.

Sangat beralasan jika LAKI begitu gencar membeberkan fakta-fakta hasil investigasinya di Pontianak. DPC LAKI Singkawang juga berkoordinasi dengan DPD LAKI Kalbar. “Harapan kita tidak ada ego sektoral antara kejaksaaan dan kepolisian dalam memerangi bahaya laten korupsi. Tindak tegas kejahatan korupsi, karena musuh bersama pembangunan.  Kami tidak akan pernah bosan-bosan menagih janji keseriusan jaksa dan polisi,” terang Muin.

Beberapa kasus dugaan korupsi Singkawang yang bakal diserahkan LAKI Singkawang ke Mapolda serta Kejati Kalbar antara lain 12 temuan antara lain proyek pembangunan Pusat Informasi Pariwisata (PIP), museum, proyek Jalan Demang Akub dan Buduk Sebakuan, anggaran Feasibility (FS) Bandara Singkawang Utara dan Selatan, pengadaan bibit, pengadaan kapal nelayan, mark-up proyek autis, deposito Pemkot Singkawang, tanah petak sawah, proyek jalan lingkar serta proyek pipa di PDAM.

Dari kasus-kasus tersebut yang sangat siap materi beserta bukti laporannya, kata Muin, yakni kasus dugaan Tipikor museum fiktif, FS bandara di Kecamatan Singkawang Utara dan Selatan serta proyek pembangunan PIP.

“Sebelas kasus Tipikor yang kami sebut di atas secara kasat mata dengan mudah ditaksir sendiri nilai korupsinya, ada unsur kesengajaan untuk mengambil keuntungan. Sedang kasus museum, PIP, FS bandara merupakan yang paling lengkap materinya dan siap untuk kami serahkan,” tegas Muin. Siapa saja yang terlibat dalam kasus-kasus tersebut?(*)

Views All Time
471
Views Today
1

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *