Dampak Hukum Kisruh Bandara dan Pelabuhan

Sharing is caring!

Singkawang – Lokasi pembangunan Bandar Udara (Bandara) di Kota Singkawang sejak 2005 direncanakan di Singkawang Utara. Lokasinya seluas 300 hektar di Kelurahan Sungai Rasau Singkawang Utara. Laskar Anti Korupsi (LAKI) Kota Singkawang menganggap ada dampak hukum yang ditimbulkan dari fakta penetapan lokasi yang justru di Pangmilang Singkawang Selatan.

Lokasi awal pembangunan bandara itu digaungkan sejak pemerintahan Walikota Awang Ishak di periode awal, berlanjut di zaman Hasan Karman dan sekarang kembali ke periode Awang lagi. Ternyata masih belum selesai kendati menjadi fokus pembangunan Kota Singkawang 2013-2017.

Dulu, kepala Bappeda Soemastro menyatakan telah menetapkan lokasi pembangunan bandara Singkawang Utara yang cukup strategis dan sangat cocok. Tapi apa yang disampaikan Soemastro menuai bantahan anggota DPRD Kota Singkawang, Tambok Pardede SH yang hingga kini (2015) masih eksis sebagai anggota DPRD Singkawang.

Tambok membuka borok Pemkot bahwa kedudukan lokasi bandara belum terdaftar dalam Rencana Tata Ruang Wilayah Nasional (RTRWN) yang ditetapkan melalui PP Nomor 26 tahun 2008. Kenyataan, Bandara ditetapkan di Singkawang Selatan.

Soal eks lokasi bandara Singkawang Utara, Ketua DPC LAKI Kota Singkawang Mu’in mengatakan, jika pelepasan lahan Sungai Rasau Singkawang Utara tersebut merupakan program Pemerintah Kota Singkawang saat membidani terwujudnya Bandara, maka pihak Pemkot yang telah membeli lahan tersebut. “Artinya  lahan tersebut, harus merupakan aset Pemkot Singkawang,” kata Mu’in.

Mu’in menjelaskan, ada atau tidaknya indikasi tindak pidana korupsi, yang jelas faktanya mengalami dua kali perpindahan lokasi. Semula di Kelurahan Sungai Rasau Singkawang Utara (perencanaan sejak tahun 2005) dan kenyataannya sekarang di Kelurahan Pangmilang Singkawang Selatan.

Termasuk pula pembangunan pelabuhan yang juga mengalami persoalan pindah lokasi, dari pelabuhan Kuala Singkawang Barat di masa Walikota Awang Ishak dan pelabuhan Sedau Singkawang Selatan di masa Walikota Hasan Karman.

“Fakta pembangunan pelabuhan itu tidak berfungsi dan tidak bermanfaatnya. Ini jelas menghabiskan keuangan daerah yang tidak sedikit. Hal ini tentu harus menjadi fokus perhatian yang tidak boleh dibiarkan mengendap begitu saja,” ujar Muin.

Pemkot Singkawang, kata dia harus menjelaskan, antara satu rangkaian pembangunan Pelabuhan dengan pelabuhan yang lain dan antara satu lokasi bandara dengan satu lokasi bandara lainnya di Kota Singkawang secara tuntas.

LAKI akan terus melakukan evaluasi dan menghimpun data pelaksanaan perencanaan  yang nyata,  tidak sesuai sebagaimana seharusnya. Sehingga pada pembuktian adanya indikasi tindak pidana korupsi yang dilakukan oknum pejabat Pemkot Singkawang pada proyek pelabuhan dan Bandara Kota Singkawang.

“Jangan anggap pihak kita tidak mengetahui. Kalau ternyata  terdapat oknum pejabat yang memiliki lahan tanah di lokasi pembangunan Bandara dan pelabuhan. Sehingga terdapat indikasi modus memperkaya diri dengan menjalankan program pembangunan Bandara dan pelabuhan,” kata dia.

 

Belantara Kebun Sawit

Pantauan Pontianak Times di lokasi rencana lahan Bandara Kota Singkawang di Kelurahan Pangmilang Singkawang Selatan, kondisinya sulit dijangkau.  Jalan penuh lubang dan bergelombang membuat para pengendara sepeda motor maupun roda empat, harus lebih ekstra hati-hati.

Pengguna jalan harus berhati-hati agar tidak terjerembab di aspal. Terlihat beberapa kediaman warga dengan jarak antara satu rumah warga dengan warga lainnya, lumayan jauh. Kondisinya sangat sepi. Di bagian kiri kanan jalan, sebagian besar ditanami sawit.

Arah masuk lokasi gampang dicari. Masuk dari simpang tiga di depan Kantor Lurah Pangmilang. Sekitar 7 kilometer baru bisa menemukan lokasi bakal Bandara yang merupakan titik pertemuan dua sambungan jalan dari air merah menuju Jalan Pangmilang wilayah RT 07.

Di jalan Pangmilang itulah lokasi Bandara berada terdapat pos jaga dan portal melintang layaknya gerbang dijaga khusus petugas. Petugas jaga itu bekerja untuk perusahaan perkebunan sawit. “Ya di sanalah lokasi Bandara. Tidak ada apa-apa di sana, hanya ada perkebunan sawit saja tuh.  Kayaknya sampai sekarang belum ada tanda tanda mau dibangun Bandara. Kira-kira kapan ya,” kata salah seorang warga, Wand (38),ketika Pontianak Times bertanya.(*)

Views All Time
684
Views Today
1

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *