SABDA IBLIS UNTUK MANUSIA NUSANTARA

Sharing is caring!

Oleh: Beni Sulastiyo

Akulah Iblis yang menentukan masa depan para manusia nusantara. Aku tau masih ada sebagian orang gila di negeri ini yang tanpa uang, tanpa koneksi politik dan tanpa senjata masih mau dan masih mampu berjuang demi membawa berjuta manusia nusantara menjadi manusia yang memilih jalan kebenaran. Demi membawa manusia nusantara yang setia mengelola ilmu pengetahuan dan kekayaan alam demi memuliakan sesama manusia dalam bingka kedamaian.

6 abad yang lalu aku sibuk membangun basis manusia baru di sebuah tanah tak bertuan. Aku perlu 4 abad lamanya membangun sebuah negara dengan jutaan manusia yang hidup dengan kesadaran individual yang tinggi. Aku harus membunuh puluhan juta manusia lewat perang dan pertikaian demi membangun negeri baru dengan berjuta manusia di dalamnya.

Lewat perang aku memacu mereka untuk berpikir dan terus berpikir. Lewat konflik aku memaksa mereka untuk bekerja dan terus bekerja tanpa pernah berhenti. Kau tak perlu heran jika negeri baru yang aku bangun itu memiliki manusia-manusia hebat, cerdas dan menguasai teknologi yang paling tinggi. Akulah yang memaksa mereka lewat pertarungan nyawa.

Aku adalah makhluk tertua di muka bumi. Aku jauh kali lebih paham dibandingkan kalian para manusia. Aku lebih paham tentang bagaimana Tuhan mengatur alam semesta ini dengan aturan aturannya yang sangat konsisten dan tak pernah berubah.

Akulah yang mendesain ideologi dan pemikiran dalam kepala beberapa manusia berotak jenius untuk disebarkan di muka bumi lewat kata-kata dan berita-berita. Aku menggunakannya untuk mempertahankan nafsu beberapa ratus manusia untuk menghisap dan terus menghisap, untuk menindas dan merusak manusia-manusia lain di luar negerinya.

Aku juga yang menggunakan ideologi dan pemikiran itu untuk mempertahankan diri dari serangan para perusak pengikut ajaranku itu. Aku buat sedemikian rupa agar mereka percaya dengan ideologi yang aku masukan dikepala manusia jenius itu lalu menjadikan cara untuk menentang penindasan.

Namun mereka tak pernah berhasil mempertahankan diri. Karena aku tak memberikannya peluang untuk bersatu. Aku jadikan kepedulian, kebersamaan dan perjuangan untuk sesama sebagai kekuatan. Namun aku menjauhkannya dari spiritual dan ajaran Ketuhanan. Energi mereka tak utuh sehingga ideologi baru itu tak pernah berhasil menghadang kekuatan manusia di negeri baru yang aku bangun. Walaupun demikian mereka ternyata mereka tetap percaya. Bodoh sekalian keompok manusia itu.

Saat aku sedang berupaya membangun kekuatan baru di negeri Amerika dan Eropa, sebagian manusia cerdas menjauh dari pengaruhku. Bersembunyi lalu menyelusup disebuah negeri baru dengan alam semestanya yang kaya raya. Aku tahu itu. Namun aku membiarkannya. Negeri baru itu disebut dengan Nusantara.

Lewat perjuangan yang luar biasa cepat, Lalu lahirlah kekuatan peradaban baru di berbagai pelosok Nusantara, di negerimu, negeri kalian itu. Pusat kekuatannya ada di ujung samudera luas. Orang-orang menyebutnya pulau Jawa.

Sekumpulan manusia hebat itu sungguh luar biasa. Mereka mampu menaklukan sebuah peradaban besar tanpa perang, tanpa senjata dengan demikian cepatnya. Mereka juga hebat hebat karena mampu membangun peradabannya yang demikian tinggi namun sembari melindungi alamnya. Mereka telah berhasil membuat sebuah negeri percontohan bagi hidupnya ajaran Ketuhanan yang dapat berjalan secara seimbang. Ajaran itu kemudian bermetamorfosa menjadi ajaran universal dalam sebuah area yang begitu luasnya.
Hal ini sangatlah membahayakan kepentinganku. Peradaban baruku akan runtuh jika ada contoh nyata telah lahir sebuah peradaban tinggi yang berlandaskan nilai-nilai ajaran spiritual dan Ketuhanan. Saat itu aku membiarkanya. Namun aku berjanji akan menaklukannya dengan cara mereka pula. Tanpa perang, tanpa senjata. Tapi belum saatnya!

Kini negeri yang aku bangun sejak 6 abad yang lalu telah memiliki manusia-manusia yang hebat, namun tetap berada dalam kendali kekuasaanku. Mereka hebat namun jauh dari Tuhannya.

Mereka berada dalam kendaliku sepenuhnya. Aku bangun ketergantungan mereka dengan materi. Tak ada materi tak ada karya, tak ada penemuan, tak ada teknologi baru. Mereka menjual hasil karya mereka, namun aku gunakan sebagian karya mereka mereka untuk menguasai negeri-negeri baru lalu mengambil paksa kekayaan alamnya untuk aku simpan dan aku bagikan kepada manusia yang mengikuti. Afrika telah kutundukan, Timur tengah suda kubuat luluh lantak.

Menjelang abad 20 aku mulai mengerahkan para pengikut ku ke nusantara. Aku perintahkan mereka untuk mengambil paksa emas dan mineralnya lalu membawanya ke negeri para pengikutku.

Kalian manusia nusantara adalah manusia-manusia dungu. Padahal nenek moyangmu telah memberi contoh bagaimana membangun peradaban tanpa materi.

Namun kini kalian tak mencontoh mereka. Kalian adikan jadikan materi sebagai tujuan utamanya. Kalian tak mau berpikir jika kalian tak diberi uang atau jabatan. Kalian tak mau berkarya jika tak mendapatkan imbalan besar. Kalian rela aku adu domba untuk saling memperebutkan uang yang tak seberapa. Kalian juga membiarkan manusia-manusia negeriku mengambil alih kekayaan alam kalian, tanpa perlawanan.

Terima kasih manusia nusantara. Kalian telah mendukung perjuanganku membangun peradaban manusia baru tanpa Tuhan tanpa kemanusiaan.

Koordinator Gegerbaru (Gerakan Generasi Baru)

Views All Time
313
Views Today
1

One thought on “SABDA IBLIS UNTUK MANUSIA NUSANTARA

  • September 24, 2016 at 8:48 am
    Permalink

    Kenapa orang orang golkar kerjaanya kok ribut terus …. Sadarlah golkar udah lemah tak berdaya lagi … Kapan kalian bekerja untuk perbaiki golkar. Di mana mana golkar kalah atas ke egoannya. Golkar akan ancur dgn sendirinya atas ketamakan kekuasaan. Mohon elit golkar bersatu demi jayanya golkar yg kita cintai ini.

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *