BELAJAR DARI KASUS DIMAS KANJENG: Gara-gara uang, nalarsehat disingkirkan.

Sharing is caring!

Begitulah kita. Gara-gara ingin uang banyak dalam waktu cepat banyak masyarakat yang menyingkirkan rasionalitas. Sikap ini tak hanya diidap.oleh mereka yang masih terbelit dengan ketiadaan harta benda, tapi juga orang-orang yang telah kaya raya.

Seorang tuan tanah di Makassar misalnya, pernah setor uang 200 milyar kepada Dimas Kanjeng. Kasusnya baru terungkap belakangan ini. Ia berharap uangnya bisa kembali menjadi 18 T lewat proses mistis.

Ia tidak sendiri. Ratusan bahkan ribuan orang kaya di tempat yang sama dan di beberapa kota besar di pulau Jawa ternyata juga melakukan hal yang serupa. Mereka menyetor uang jutaan hingga milyaran rupiah dan berharap bisa mendapat kembalian berlipat ganda.

Yang menarik sebagian orang yang percaya dengan proses irasional itu tak hanya sudan kaya raya. Tapi juga terdidik. Bahkan banyak diantaranya berasal dari kalangan dosen bergelar doktor.

Sebelum kasus Dimas Kanjeng, ada kasus penipuan serupa dengan pola yang lebih canggih. Sang penipu menggunakan aplikasi komputer yang terhubung dengan internet lalu menyedot uang masyarakat dengan kedok perdagangan emas, arisan komunitas, dsb. Puluhan ribu orang jadi korban dengan kerugian uang puluhan hingga ratusan milyar. Yang punya uang percaya saja dengan sistem yang ditawarkan walau tak pernah berjumpa sama sekali dengan pemilik sistem bisnis tersebut. Kok bisa?

Ada juga yang berkedok perdagangan barang-barang antik, binatang langka, dan barang-barang berkekuatan mistis. Janji untuk mendapatkan keuntungan besar tanpa bekerja keras juga telah menyedot begitu banyak orang untuk terlibat mengorbankan uang dalam jumlah yang tidak sedikit.

Inilah bahayanya ketika manusia menomorsatukan harta. Uang menjadi tujuan utama, bahkan menjadi tuhan. Tak ada yang lebih penting dari uang dan harta. Nalarsehat disingkirkan, dikasih nasehat diabaikan. Kepala kita bagai tertutup oleh kebenaran.

Dalam ajaran Islam mereka yang menomorsatukan sesuatu setara dengan Allah disebut perilaku syirik. Istilah populernya menduakan Allah. Dosanya tak terampuni. Karena memang pelaku syirik ini hatinya keras. Jiwanya membatu, akalnya juga enggan menerima kebenaran. Orang yang syirik seperti ini sangat berbahaya bagi manusia dan alam semesta. Ia bisa dengan mudah merusak moral manusia lain, menyakiti bahkan membunuhnya demi uang. Ia juga dapat dengan mudah merusak alam demi uang. Kalau dikasih tau, malah kita yang dihardiknya.

Lama kelamaan ia pun tak mengakui keberadaan Allah. Nah kalau sudah seperti ini ia akan menyingkirkan Allah sama sekali. Dalam istilah Islam orang seperti ini disebut kafir. Dalam bahasa arab kāfir berasal dari kata kufur yang berarti ingkar, menolak atau menutup.

Ia akan mengingkari semua diluar sesuatu yang ia yakini. Ia menolak dan menutup diri dari obyektivitas. Orang seperti ini sangat berbahaya. Kalau ia jadi pemimpin ia bisa membunuh bukan hanya satu orang tapi ribuan bahkan jutaan orang demi sesuatu yang ia yakini benar. Jika ia merusak, ratusan ribu hektar hutan berisi bermilyar tumbuhan dan hewan bisa habis dalam hitungan bulan.

Mari kita lindungi diri kita, keluarga kita dan lingkungan.kita dari para pelaku syirik dan kufur. Kedepankan nalarsehat kita, karena memang begitulah perintah Allah dalam puluhan ayat di Alqur’an. Berpikirlah, risetlah, gunakan nalarmu!

Semoga kita dilindungi Allah SWT dari perilaku syirik dan kufur!

Pontianak, 28 September 2016
Beni Sulastiyo, Forum Diskusi Era Baru (ForDeb)

SHARE JIKA BERMANFAAT!

Views All Time
270
Views Today
1

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *