DARI WARUNG KOPI, TOKOH PEMUDA SERUKAN DAMAI

Sharing is caring!

DARI WARUNG KOPI, TOKOH PEMUDA SERUKAN DAMAI

Modal terbesar bangsa Indonesia bukan sekedarkekayaan alam yang berlimpah, tapi kedamaian. Oleh karena itu seluruh rakyat Indonesia harus berupaya sekuat tenaga untuk memelihara dan menjaga kedamaian itu dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Demikianlah kesimpulan dari hasil diskusi santai puluhan pemuda yang digelar di Kedai Kopi Wak Somet Pontianak Jumat sore kemarin (11/11).

Acara diskusi yang dilakukan secara spontan tersebut dihadiri oleh belasan tokoh-tokoh pemuda Pontianak dengan berbagai latar belakang, baik dari kalangan pengusaha, budayawan, politisi, penggiat sosial, serta santri, diantaranya R Ridho Syahrie, Budiman Very, Aprianto, Beni Sulastiyo, Indra Ae, Farid Ismet, Barry Shilmon, Yuwen, Anong, Hendy, Ozzy, Benny Thanhery, Yopie, Ardynsyah, Match Fals, M Yodha, Andi Suryadi, Nizar Hartady dan beberapa pelajar dan mahasiswa.

Aprianto yang didaulat sebagai MC diskusi mengatakan bahwa kegiatan diskusi ini dilakukan secara spontan untuk mengakomodir kerisauan sebagian kecil anak muda terhadap masa depan Indonesia. “Mudah-mudahan dengan minum kopi sambil dikusi kita saling bisa saling melarutkan kerisauan itu”, uajrnya.

Kegiatan diskusi yang penuh dengan canda tawa itu didahului oleh presentasi dari Ustadz Luqmanulhakim (Tok Aji) yang mengangkat tema Damaikan Nusantara, Sejo’kan Tanah Air Beta. Dalam presentasinya  Luqmanulhakim mengajak peserta untuk lebih memilih memperbaiki diri ketimbang berambisi untuk memperbaiki orang lain. Luqmanulhakim juga mengajak seluruh peserta agar dapat terus berpikir, berkata,  dan berkarya dengan dilandasi oleh niat yang baik. “Saya menghimbau agar kita semua lebih sibuk untuk memperbaiki diri. Mudah-mudahan dengan pribadi yang baik, kita mampu memberikan kontribusi bagi kemajuan Indonesia tercinta ini”, ujar pengasuh Pondok Modern Munzalan Ashabul Yamin ini.

Luqmanulhakim juga mengajak seluruh peserta untuk mengendalikan emosi, tak cepat marah, serta berupaya untuk melihat segala sesuatu dari sisi kebaikan. “Biarkan kopi saja yang panas, jangan sampai hati dan fikiran kita yang panas”, ujar Luqmanulhakim diiringi tawa kecil peserta.

Paska presentasi dari Ustadz Luqman, peserta diskusi secara spontan melanjutkan diskusi kecil. Diskusi yang dilaksanakan menjelang Shalat Isya tersebut menghasilkan resolus yang dinamai Seruan Damai untuk Nusantara. Isi Seruan Damai itu adalah mengajak diri sendiri, para pemuda, pemimpin bangsa dan segenap elemen bangsa untuk melakukan 4 hal demi menjaga Indonesia yang tetap sejuk dan damai, yaitu selalu berdoa dengan doa yang baik-baik, selalu berfikir dengan fikiran yang baik-baik, selalu berkata dengan perkataan yang baik-baik, dan selalu berbuat dengan perbuatan yang baik-baik.

 

 

 

 

Berikut isi Seruan Dama untuk Nusantara

Kami masyarakat Kalimantan Barat mengajak diri kami, keluarga, sahabat, handai taulan, pemimpin bangsa dan seluruh elemen bangsa untuk menjaga agar Indonesia tetap sejuk dan damai. Kami mengajak diri kami dan seluruh masyarakat nusantara untuk melandasi sikap dan perbuatan dengan niat yang baik dan demi kebaikan. Kami mengajak diri kami sendiri dan seluruh masyarakat nusanatara untuk selalu berdoa dengan doa yang baik-baik, terus dan selalu berfikir dengan fikiran yang baik-baik, selalu berkata dengan perkataan yang baik, dan selalu berbuat dengan perbuatan yang baik.

Pontianak 11 -11 – 2016

Views All Time
293
Views Today
1

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *