Filosofi Ngopi dan Kepemimpinan

Sharing is caring!

Silaturrahim sering terjalin di warung kopi (Warkop). Berbagai informasi hingga kesepakatan bisnis juga kerap dimulai dari warkop.

Sekarang ini, ngopi bagi warga Kota Pontianak pada khususnya, telah menjadi trend. Di setiap sudut kota terdapat warkop yang sangat mudah dijangkau.

Ternyata ngopi itu ada filosofinya. Kalau kopinya kurang manis, bukan disebut kopi pahit. Tetapi kopinya kurang gula. Namun jika kopinya kemanisan, bukan malah disebut kopi manis. Tetapi kopinya kebanyakan gula. Bagaimana kalau rasa secangkir kopinya pas? Bukan gulanya yang cukup, tetapi kopinya mantap.

Nah…filosofi ngopi ini bisa menjadi pembelajaran bagi seorang pemimpin yang tidak boleh seperti kopi, selalu menyalahkan orang lain dan kalau ada keberhasilan orang lain diklaim hasil karyanya. Seorang pemimpin harus seperti gula, bisa membuat orang lain menjadi senang, membuat orang lain menjadi hebat, membuat orang lain menjadi dikenal dan mau mengakui keberhasilan orang.

Seandainya seorang pemimpin berhasil, ia tidak akan mengklaim bahwa itu adalah hasil karyanya, tetapi keberhasilan seorang pemimpin harus diyakini sebagai keberhasilan yang kolektif. Sebab semua bagian memiliki peran dan fungsi untuk mencapai keberhasilan.

Views All Time
1518
Views Today
1

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *