Segera Akhiri Kekuasaan Sunset Group

Sharing is caring!

PONTIANAK – Generasi muda yang lahir pada tahun 70, 80 dan 90 harus berani berjuang untuk mengakhiri kekuasaan generasi 50-60 yang saat ini sedang bercokol dalam lingkar kekuasaan. Alasannya, generasi 50 dan 60-an tidak memiliki pemahaman yang baik terhadap perubahan jaman. Kemampuan, kapasitas, kapabiltas dan kredibiltas mereka sudah redup. Sudah seperti matahari yang bakal tenggelam.

Demikian inti dari kegiatan diskusi aktivis pemuda lintas generasi dan lintas daerah bertajuk “Menerobos Jalan Perubahan Lewat Momen Pilkada 2018” Diskusi yang diselenggarakan Masyarakat Independen (MI) ini diselenggarakan di Kantin Rumah Melayu Pontianak, Sabtu (11/3/2017).

Sayangnya, generasi 50-60 ini masih ingin berkuasa walau harus menempuh segala macam cara seperti politik transaksional, menyebarkan uang untuk membeli suara dan dukungan. Politik yang sangat materialis tersebut mengakibatkan biaya tinggi. “Karena politik menjadi mahal, akhirnya para sunset group itu melakukan tindakan-tindakan yang sangat pragmatis,  menjadi kaki tangan kapitalis Jakarta, menjadi broker proyek, hingga menilep uang rakyat,” kata Budiman Very, Ketua MI kepada Pontianak Times.

Dari diskusi itu juga disebutkan berlangsungnya tradisi buruk yang dilakukan oleh sunset group secara nyata telah mengancam kehidupan generasi di masa yang akan datang. Sumber daya alam rusak, kebijakan yang dihasilkan jauh dari persoalan yang dihadapi rakyat. Uang APBD hanya memperkaya segelintir pengusaha. Oleh karena itu kekuasaan sunset group harus segera diakhiri.

Diskusi yang diikuti oleh 40an peserta dari berbagai daerah tersebut dipandu Beni Sulastiyo dan menghadirkan 6 narasumber yang berasal dari Kota Pontianak dan Kubu Raya diantaranya Arief Usman, Hermayani Putera, Dayat Kalijar, Iqbal Asraruddin, Ireng Maulana, serta Qoja Galata.

Selain perlunya mengakhiri kekuasaan sunset group, peserta diskusi juga sepakat untuk mentransformasikan gerakan pemuda, dari gerakan yang a-politis menjadi gerakan politik. Gerakan politik yang akan dibangun harus berbeda dengan kharakter politisi-politisi lama yang sangat konservatif. Gerakan politik tersebut harus beranjak pada nilai-nilai luhur, visioner, bersifat membumi, pro rakyat, terorganisir dan termanajemen, serta berorientasi untuk membangun kecerdasan masyarakat.

Diskusi yang dilangsungkan hingga pukul 19.00 ini menekankan perlunya aktivis pemuda untuk berjuang bersama-sama secara berjamah, saling dukung dan saling bantu untuk mencapai target-target politik yang telah ditetapkan. Dengan kebersamaan ini diharapkan gerakan politik generasi pro perubahan dapat lebih kuat, tak mudah patah serta dapat lepas dari jebakan-jebakan politik sunset group.

Sebagai bentuk konkrit dari itu semua, para peserta diskusi sepakat untuk mendeklarasikan organisasi sosial politik yang kuat untuk menjadikan momen Pilkada 2018 sebagai momentum kebangkitan generasi muda. Organisasi ini akan memperjuangkan calon-calon kepala daerah yang lebih muda, lebih cerdas dan lebih bersih agar dapat ikut serta bertarung dalam momen Pilkada Serentak 2018 kabupaten/kota, maupun dalam Pemilihan Gubernur Kalbar.(*)

Views All Time
4510
Views Today
1

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *