Menebak ‘Titah’ Bang S di Pilwako 2018

Sharing is caring!

Urusan infrastruktur kota, Bang S sangat memahami keinginan warganya. Jalan raya diperlebar dan mulus, ruang taman hijau ditata, dan taman-taman dipercantik. Demikian halnya pelayanan umum dan perizinan mengalami banyak kemajuan di masa pemerintahan dua periode Bang S menakhodai Kota Pontianak. Setidaknya itulah yang bisa dirasakan disamping pelayanan kesehatan dan pendidikan.

Segudang prestasi diperoleh Kota Pontianak, antara lain Kota Layak Anak (KLA) kategori pratama dan madya, memecahkan rekor 149 inovasi menggeser Yogyakarta sehingga menjadi laboratorium inovasi. Standar pelayanan publik juga berhasil diraih selain dalam hal pengelolaan keuangan daerah berupa predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Tim Indonesia Corruption Watch (ICW) bahkan pernah kagum karena Pemkot Pontianak membuka draft RAPBD kepada publik.

Apabila dengan kondisi tersebut masih ada warga Kota Pontianak yang merasa belum puas, kemudian mengatakan Bang S tak bagus karena masih ada anak yang tak mampu sekolah. Itu sangat manusiawi karena Bang S juga manusia tidak terlepas dari salah dan khilaf. Atau ada warga yang mencak-mencak akibat hak mendapatkan layanan kesehatannya terabaikan. Satu, dua orang atau masih dalam hitungan jari, sangat mungkin. Ini juga dalam batas kewajaran seperti halnya tentang banjir dan drainase.

Tulisan ini memang lebih banyak memuji Bang S, bukan wakilnya di periode lalu yaitu P atau periode saat ini E. Mereka sifatnya hanya membantu dan kebijakan sepenuhnya berada dalam kendali Bang S. Apalagi kalau melihat karakter Bang S yang tegas dan lebih menonjol. Semuanya harus selera Bang S. Para kepala SKPD juga harus menyamakan ‘liur’ dengan Bang S demi akselerasi pembangunan kota. Hasilnya, bisa dirasakan sekarang ini. Perkembangannya sangat pesat dibanding ketika Bang S tidak memiliki taji di posisi wakil.

Mendekati Pilwako Pontianak 2018, banyak figur yang muncul. Bahkan boleh jadi banyak yang berambisi setelah melihat Bang S tidak mungkin mencalonkan lagi karena aturan Pilkada demikian. Bang S yang pada pertarungan 2013 memperoleh 139.061 suara pemilih atau 51,71 persen ini sekarang digadang-gadang menuju kursi Gubernur Kalbar. Beberapa kalangan memprediksi akan terjadi guncangan pemerintahan sepeninggalnya Bang S. Indikatornya adalah, apakah ada yang setara dengan kinerja dan etos kerja Bang S?

Mendekati Pilwako 2018 setidaknya terdapat tiga golongan figur antara lain, figur yang muncul akibat ambisi partai politik, figur atas dorongan kelompok kepentingan status quo, dan ketiga adalah figur muda yang religius, enerjik, penuh inovasi dan gagasan, serta anti korupsi. Kemana idealnya kepemimpinan tersebut berlanjut? Meskipun persaingan dalam Pilwako memiliki rule of the game dan fair, tetapi ‘titah’ Bang S cukup mempengaruhi mayoritas pemilih di Kota Pontianak.

Bang S secara eksplisit pernah berceloteh di media sosial tentang kemungkinan munculnya figur muda. Semoga saja ini pertanda bahwa pasca kepemimpinannya berakhir nanti harus dipegang oleh orang yang memiliki pengetahuan dan integritas, bukan dari generasi yang hampir meredup, untuk membawa penduduk sekitar 653.030 jiwa ini.

Yang pasti, tanda-tanda kehadiran generasi muda dalam konstelasi kepemimpinan tidak terbantahkan lagi. Mereka inilah yang memiliki kemampuan multi tasking. Bukan sekadar prestasi, tetapi menjadi pelaku transformasi perubahan sosial. Sekaligus memiliki kepekaan sosial terhadap berbagai fenomena yang ada. Wallaahu ‘alam bishowab…

Penulis: si ‘R’ Hamba Dho’if

Views All Time
2244
Views Today
1

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *