Manisfesto Kebajikan Ritual Politik 2018

Sharing is caring!

Berbicara tentang saat ini sebagai momen masa depan dan harapan, kita tidak bisa menghindari  masa lalu yaitu masa yang sudah menjadi kenyataan. Sebagai kenyataan masa lalu merupakan sesuatu yang benar-benar ada. Berbeda dengan masa kini yang sedang “meng-ada” dan masa depan yang akan atau tidak akan ada. Sederhananya, masa lalu adalah yang nyata dan benar, momen masa kini hanyalah proses dan masa depan adalah belum ada. Sebagai sesuatu yang nyata dan sudah ada, maka Ia tidak bisa dihilangkan, kecuali ditutupi, diabaikan atau di ganti.

Jadi, dalam konteks perubahan yang dilakukan, secara filosofis sebenarnya kita merubah masa lalu yang sudah ada untuk mempersiapkan masa depan untuk generasi kita yang sedang melalui proses masa kini. Tepatnya kita harus menutupi dan mengganti masa lalu yang hasilnya sudah ada atau terbukti tidak merawat generasi.

Mari kita bercerita tentang hari ini dan akan datang (Today and Future). Tentunya kesempatan lahirnya gerakan membela generasi di tandai dengan simbolik. Kita harus memaknainya dengan kemunculan terang-terangan (manifesto) kebajikan politik pada ritual pergantian kepemimpinan pada 2018 nanti di Kalimantan Barat: Pilkada Kota Pontianak, Kabupaten Mempawah, Sanggau, Kayong Utara dan Pilkada Gubernur.

Kami ingin membahas ini sebagai pertemuan berbagai energi kemajuan yang kita bawa dari tempat masing-masing, dimanapun kita berangkat dan berasal. Tidak soal besar atau kecil energi yang kita punyai itu, asalkan mau dan berniat untuk di sebarluaskan, maka akan bermanfaat luas biasa bagi siapa saja: bagi keluarga kita tercinta, bagi komunitas kita, bagi para sahabat dan siapa saja yang menerima kebaikannya. Inilah yang Kami sebut sebagai masa depan – future. Energi kemajuan dari dalam diri kita untuk semua. Kebajikan politik untuk pengelolaan kekuasaan yang memajukan segenap potensi hidup yang ada dalam diri masyarakat kita.

Hari ini- Today, kita menyaksikan generasi  yang lebih muda masih sedang belajar di ruang-ruang kehidupan  sebagaiman kita semua  berada di sana bertahun tahun hingga hari ini. Kenyataan zaman kehadapan tidak akan sama lagi dengan waktu bertahun-tahun yang lalu di zaman kita. Mereka akan meniti jalan untuk masa depan itu hingga kita menjembatani migrasi mereka kesana. Persiapan mereka sekarang harus lebih hebat lagi, daripada dulu kita menyiapkan diri untuk masa depan-yang itu adalah hari ini. Masa depan mereka jauh lebih menantang dan barangkali lebih buas dibandingkan dengan tantangan masa depan kita. Karna masa depan kita adalah sekarang, hari ini. Penyiapan generasi bagi adek-adek kita  tidak boleh lagi tidak peka zaman karena siapa yang merasa kuat di hadapan zaman, mereka akan dihabisi oleh zaman.

Sejarah menunjukkan bukan yang terkuat yang bertahan tapi mereka yang mampu beradaptasi. Mempersiapkan adek-adek kita adalah upaya memajukan generasi penerus, pewaris abad millenium. Kita hadir disini sebagai garda kebajikan politik untuk memastikan bahwa penerus ini tidak gagap menghadapi zaman serba beda itu. Masa depan kita hari ini, sedangkan masa depan mereka di hadapan. Tanggung jawab kemanusiaan kita harus di naikkan levelnya untuk penyiapan generasi, kepada komitmen bahwa masa depan (yaitu hari ini-Today) harus direlakan sebagai jembatan emas bagi adek-adek kita yang akan melangkah ke pertarungan masa depan- pertarungan para penghuni masa millenium. Lakukan yang kita bisa dengan luar biasa, sebarkan energi kemajuan yang ada dalam diri kita untuk generasi. Insyaallah kebaikan akan menyertai mereka. Pemerintah punya tanggungjawab, kita sebagai garda kebajikan politik punya tanggungjawab yang lebih besar lagi, Regenerasi kepemimpinan 2018 harus terjadi!

Kita hadir di sini (garda kebajikan politik) tidak ingin sekedar menyampaikan pesan seremonial sebagaimana  kepentingan  generasi yang mewakili era lama yang telah usang, tapi sebagai penggugah kesadaran tentang pertautan yang tidak terpisahkan antar generasi, yakni kita hari ini kepada mereka (generasi 90 dan 2000) pada masa depan.  Kita ingin menjadi penyuara yang lantang untuk mencegah putusnya transfer energi kemajuan dari generasi hari ini kepada generasi masa depan. Kita ada untuk mereka, dan mereka untuk dunia yang lebih baik kelak. Seandainya sedikit saja kekuasaan yang kita miliki, maka itu akan di pergunakan untuk memastikan tanggungjawab generasi ini tuntas di kerjakan.

Jika saja ada kekuasaan yang kita punyai, sehingga itu akan menggiring semua upaya untuk menghubungkan energi kemajuan kita untuk diserahkan kepada kebaikan generasi masa depan. Apabila hari ini kekuatan itu ada pada diri kita, barangkali dapat lebih meringankan beban yang sungguh berat ini. Tugas garda kebajikan politik menyiapkan gerakan lintas generasi untuk peri kehidupan yang lebih berkemajuan.  Koalisi tiga generasi (3G) 70-80 dan 90 pada masa hadapan-Future. Kita maju, semua bergerak.

Apapun nama gerakan untuk melindungi kebajikan politik ini nantinya, muaranya adalah upaya untuk mengambil alh seluruh kekuasaan yang kita anggap sudah mapan tapi lalai. Dengan perkataan lain, gerakan ini dalam konteks postmodern adalah sebuah gerakan melawan arus politik utama yang penuh dengan kemapaman sebagai karakter utamanya. Jadi konsep sentral dari ini semua adalah konsep kekuasaan, bukan ahdiyyah atau jam’iyyah, melainkan melakukan dekonstruksi terhadap relasi yang stabil, mapan, dan tertutup selama ini kira rasakan.

Kita harus melihat kekuasaan sebagai sesuatu yang haris dilepaskan dari hal-hal yang bersifat memaksa, membatasi, refresif dengan menempatkan sesuatu yang secara kontinu perlu di konteskan, diperjuangakan dan dipertarungkan. Kebajikan politik berarti, pertama gerakan anti politik arus utama yang mapan, kedua mendekonstruksi konsep kekuasaan dan ketiga kekuasaan harus lepas dari pemaksaan.

Itulah pandangan  tentang hari ini (Today) dan masa depan (Future) pada kesempatan berkumpulnya energi kebaikan untuk menyatukan kembali kebajikan yang ada dalam diri kita demi kemajuan semua: demi generasi, demi bangsa dan demi semua orang yang kita sayangi. Garda kebajikan politik sebagai poros baru penyeimbang arus politik utama para elite!

Penulis: Iswan M Isa (Pengasuh Al Barakah Centre) dan Ireng Maulana (Pengamat Politik, Pengasuh Forum Diskusi Era Baru – FORDEB)

 

 

Views All Time
201
Views Today
2

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *