Guru Besar IAIN Pontianak Tutup Usia

Sharing is caring!

PONTIANAK – Innalillaahi wainnailayhi rooji’uun. Prof Dr H Haitami Salim Mag meninggal dunia, Kamis (20/4/2017) malam setelah menjalani perawatan medis di RSUD Dr Soedarso. Figur santun yang agamis ini tutup usia sekitar pukul 21.15 WIB. Kalbar kehilangan sosok yang banyak berkiprah dalam bidang pendidikan dan syiar agama Islam.

Ia menjadi ikon atas upaya perubahan dari Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri Pontianak menjadi IAIN Pontianak. Prosesnya sangat panjang karena harus mendapat dukungan dari Gubernur ketika itu H. Usman Ja’far, seluruh walikota/bupati se-Kalbar. Sebelumnya pada tahun 2005 telah diajukan usulan ke Departemen Agama agar STAIN Pontianak menjadi IAIN “Khatulistiwa”.

Pria kelahiran Banjar Sarasan, 3 Okotober 1956 ini meninggalkan kesan mendalam bagi keluarga, sahabat, handai taulan dan masyarakat umum. Meninggalkan seorang istri, Sri Rahayu dan empat orang anak, Musaddid Maulidi Pratama, Mahbub Pasca Al Bahy, Nairah Arih Fadhilah, dan Muhammad Abdan Syakur. Jenazah Haitami disemayamkan di rumah duka Jalan Sepakat 1, Jalan Ahmad Yani Pontianak dan akan disalatkan di Masjid Raya Mujahidin, untuk selanjutnya dimakamkan di Pemakaman Keluarga Banjar Serasan Pontianak.

Sebelum meraih Guru Besar, Haitami sempat menempuh pendidikan di SD Negeri 50 Pontianak, MTs 2 Pontianak, Pendidikan Guru Agama (PGA), IAIN Syarif Hidayatullah, dan kuliah di IAIN Sunan Ampel Surabaya. Pendidikan terakhirnya di Universitas Kebangsaan Malaysia (UKM) Kuala Lumpur.

Banyak karya akademik yang dihasilkan Haitami  antaralain hasil riset yang sudah dibukukan tentang Gagasan dan Gerakan Pendidikan BKPRMI; Sebuah Fenomena Baru Organisasi Kemasyarakatan Pemuda Islam pada Masa Orde Baru, Filsafat Pendidikan, Prasangka Antar Kelompok Etnis di Kalimantan Barat, Islam di Pedalaman Kalimantan Barat dan sejumlah karya lainnya seperti buku Pendidikan Agama dalam Keluarga; Revitalisasi Peran Keluarga dalam Membangun Generasi Bangsa yang Berkarakter. Selain itu ada buku Studi Ilmu Pendidikan Islam, Sejarah Kesultanan Sambas dan lainnya.

Setelah Haitami mengakhiri tugasnya di IAIN Pontianak, beralih ke Dr H Hamka Siregar MAg. Hamka kemudian melanjutkan amanah kepemimpinan yang sudah dirintis Haitami untuk membuka Program Pascasarjana, Pembangunan gedung asrama mahasiswa dan Perubahan STAIN Pontianak menjadi IAIN Pontianak.(*)

Views All Time
784
Views Today
2

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *