Langkah Jitu Tangkal Teroris Siber WannaCRY

Sharing is caring!

PONTIANAK – Kementerian Komunikasi dan Informasi (Menkominfo) mengeluarkan siaran pers terkait serangan siber di beberapa negara, termasuk Indonesia. Dalam siaran pers bernomor 55/HM/KOMINFO/05/2017 itu diimbau agar segera melakukan tindakan pencegahan terhadap ancaman malware khususnya Ransomware Jenis WannaCRY.

Direktur Jenderal Aplikasi Informatika, Semuel A. Pangerapan dalam rilis yang diterima Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI), Minggu (14/05/2017) menjelaskan serangan siber ini bersifat tersebar dan masif serta menyerang critical resource (sumber daya sangat penting), maka serangan ini bisa dikategorikan teroris siber.

Di Indonesia, berdasarkan laporan yang diterima Kominfo, serangan ditujukan ke Rumah Sakit Harapan Kita dan Rumah Sakit Dharmais.  Dengan adanya serangan siber ini kami minta agar masyarakat tetap tenang dan meningkatkan kehati hatian dalam berinteraksi di dunia siber.

Samuel menjelaskan, serangan siber yang menyerang Indonesia berjenis ransomware, sebuah jenis malicious software atau malware yang menyerang komputer korban dengan cara mengunci komputer korban atau meng-encrypt semua file yang ada sehingga tidak bisa diakses kembali. Tahun ini sebuah jenis ransomware baru telah muncul dan diperkirakan bisa memakan banyak korban.

Ransomware baru ini disebut Wannacry. Wannacry ransomware mengincar PC berbasis windows yang memiliki kelemahan terkait fungsi SMB yang dijalankan di komputer tersebut. Saat ini diduga serangan Wannacry sudah memakan banyak korban ke berbagai negara. Oleh karena itu penting untuk melakukan serangkaian tindakan pencegahan dan juga penanganan apabila terjadi insiden.

Wannacry menginfeksi sebuah komputer dengan meng-enkripsi seluruh file yang ada di komputer tersebut dan dengan menggunakan kelemahan yang ada pada layanan SMB bisa melakukan eksekusi perintah lalu menyebar ke computer windows lain pada jaringan yang sama. Semua komputer yang tersambung ke internet yang masih memiliki kelemahan ini apalagi komputer yang berada pada jaringan yang sama memiliki potensi terinfeksi terhadap ancaman Wannacry. Setiap komputer windows yang sudah terinfeksi akan mendapatkan tampilan seperti gambar page di atas.

Dari tampilan diketahui bahwa Wannacry meminta ransom atau dana tebusan agar file file yang dibajak dengan enkripsi bisa dikembalikan dalam keadaan normal lagi. Dana tembusan yang diminta adalah dengan pembayaran bitcoin yang setara dgn 300 dollar Amerika. Wannacry memberikan alamat bitcoin untuk pembayarannya. Disamping itu juga memberikan deadline waktu terakhir pembayaran dan waktu dimana denda tebusan bisa naik jika belum dibayar juga.

Beberapa tindakan pencegahan sebelum infeksi antara lain, melakukan langkah-langkah dengan cara mencabut Kabel LAN/Wifi, melakukan backup data, update Anti-Virus, update security pada windows dengan install Patch MS17-010 yang dikeluarkan oleh microsoct. Bisa dilihat di https://technet.microsoft.com/en-us/library/security/ms17-010.aspx. Selain itu, jangan mengaktifkan fungsi macros, non aktifkan fungsi SMB v1, block 139/445 & 3389 Ports, selalu backup file-file penting di komputer dan di simpan backupnya ditempat lain.

Saat ini belum ada solusi paling cepat dan jitu untuk mengembalikan file-file yang sudah telanjur terinfeksi wannacry. Akan tetapi memutuskan sambungan internet dari komputer yang terinfeksi akan menghentikan penyebaran wannacry ke komputer lain yang rentan vulnerable.

Sebagai tambahan yang sangat penting, ID-SIRTII mengimbau agar pada Senin (15/05/2017) dan kantor akan buka, mohon diwaspadai ancaman ini dan melakukan hal-hal antara lain agar PC-PC dan bentuk komputer personal dan jaringan lainnya jangan terhubung ke LAN dan Internet dulu, terlebih dahulu lakukan backup data penting, pastikan software anti virus sudah update serta security patch yang disarankan oleh microsoft dilakukan terlebih dahulu.

Untuk konsultasi secara online bisa diakses ke : https://www.nomoreransom.org . Juga, apabila diperlukan informasi dan saran teknis, dapat diemail : incident@idsirtii.or.id . Kontak Person apabila diperlukan,  Direktur Keamanan Informasi : Aidil Cenderamata 0817758377, Wakil Ketua ID-SIRTII : Salahuddin (Didin) 0816945022. (rls*)

Views All Time
136
Views Today
1

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *